Showing posts with label Poem Review. Show all posts
Showing posts with label Poem Review. Show all posts

[6] My Coffee Affair and Other Snacks

Saturday, September 11, 2021
Judul: My Coffee Affair and Other Snacks
Pengarang:
Zulie
Bahasa: English
Tahun Terbit: 30 Juli 2018
Penerbit: POP (Imprint KPG)
Jumlah halaman: 176 halaman
Jenis: Soft Cover (dibeli saat promo Gramedia Official di Tokopedia 26 Mei 2021) 
Rating: ☾☾☾☾
Sinopsis:
sitting by the window side
my empty cup has dried
those dreams lead me somewhere
that makes me feel beyond compare

but

you can’t decide
to withdraw or collide
how to get out fair
from this lunatic affair
 

Sebenarnya buku ini dibeli karena Gramedia waktu itu sedang diskon dan pesanan pertama saya dibatalkan. Tentu saja kesal, tetapi akhirnya membeli buku ini dan buku lainnya yang saya lupa apa. Ternyata, saya tidak menyesalinya. Karena buku ini ternyata full color dan saya tidak menyangka hal tersebut untuk buku terbitan Indonesia.
 
Saya sejujurnya tidak tahu Zulie itu siapa, jadilah mencari ke Goodreads setelah check out. Sudah, jangan marahi saya beli bukunya dahulu baru dicari tahu reviewnya, lol. 

Ternyata penulis dan ilustrator bukunya ini artist di Instagram dan pantas gambarnya benar-benar cantik, bahkan untuk di foto oleh manusia paling payah memfoto sesuatu ini.
 
Buku ini dibagi dengan 2 bagian besar. Bagian 1, My Coffee Affair dan bagian 2, Other Snacks. 

 
Saat membaca bagian pertama, saya pikir awalnya lelaki yang dimaksudkan buku ini adalah selebgram gitu. Namun, setelah sampai di akhirnya, saya baru sadar kalau lelaki yang dimaksud buku ini adalah selebritis.
 
Wah, amat sangat trope your name kalau di fanfiksi ya, wkwkwk. Namun, ini bukan berarti buruk, tetapi justru menyenangkan melihat trope yang klise bisa diolah dengan cara seperti ini oleh penulisnya.
 

Juga saya suka dengan penggambaran kisahnya yang realistis. Apalagi akhir buku ini yang benar-benar bikin saya menyukai bukunya karena akhirnya yang tidak memaksakan harus berbahagia. Apalagi penulisnya tidak hanya menyalahkan pihak lelakinya, tetapi juga menyadari kisahnya berakhir seperti itu karena ada kesalahan dari sisinya.
 
Hal yang rasanya banyak tidak disadari oleh orang-orang saat membuat karya fiksi. Karena kesalahan itu tidaklah hanya ada 1 sisi, semua sisi memiliki kontribusinya tersendiri.
 
 
Pada buku kedua, saya pikir akan seperti buku pertama yang kumpulan puisi saling bersambung membentuk cerita, ternyata tidak. Ini adalah segmen dimana fragmen-fragmen puisi dituliskan dengan tema yang sama seperti bagian 1, cinta.
 
Namun, tidak hanya melulu tentang cinta kepada orang lain, bagian ini juga membahas tentang cinta kepada diri sendiri dan itu menyenangkan. Karena ada banyak buku yang selalu mengimplikasikan bahwa cinta itu selalu berasal dari orang lain untuk membuat kehidupan menjadi lengkap.
 

Saya memberikan rating 4 untuk buku ini. Karena setelah membaca banyak buku yang mengecewakan saya meski sudah tidak meletakkan ekspetasi apa pun kepada buku lainnya, buku ini membuat saya terkejut. Karena benar-benar cantik, indah dan saya merasakan cinta penulisnya di setiap halaman bukunya. Buku ini membuat saya ingin membaca karya penulisnya yang lain.

[5] Love Unlove Repeat

Judul
: Love Unlove Repeat
Pengarang:
Adi K. (poem) Emte (illustration)
Bahasa: English
Tahun Terbit: 22 Januari 2018
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Jumlah halaman: 206 halaman
Jenis: Soft Cover (dibeli saat Mystery Box Gramedia bulan Desember 2020) 
Rating: ☾☾
Sinopsis:
Sometimes forgive and forget is not enough
we have to unlove.



“Memories are fragments of the soul. That's why our mind needs this book’s words to make us whole.”
Djenar Maesa Ayu

“This book contains so many emotions. I was so captivated 
by the words chosen. Absolutely amazing poems.”
Artika Sari Devi

“I can tell that this book has a deep meaning,
the words really come from the heart.”
—Nadine Chandrawinata

"Adi played with subtle descriptions, metaphors, and personification
to describe his steamy experiences and imagination."
Jakarta Post
 
DIRTY THOUGHT

So many things
in my mind
but only
one dirty thought
of you
that is
bothering me.
[hlm. 21]
 
Buku kumpulan puisi ini benar-benar tidak saya pilih untuk dibeli. Karena buku ini saya dapatkan saat membeli mystery box di website Gramedia pada acara 12.12 bulan Desember 2020 yang lalu. Sejujurnya saat memutuskan untuk membaca ini, saya tidak memiliki ekspetasi apa pun. Ternyata, itu keputusan yang tepat karena saat membacanya (pertama kali), buku ini rasanya oke. 

Namun, waktu itu saya tidak memutuskan untuk menilai di Goodreads karena sejujurnya pun tidak yakin buku ini cocok di rating berapa?

Bulan September 2021, saya memutuskan untuk membaca ulang dan ternyata ... wah :)))

Saya sampai penasaran dengan Adi K. ini siapa dan dari membaca cepat, beliau adalah penulis senior yang sudah menuliskan lebih dari 50 buku. Kebanyakan karyanya diterbitkan di Elex Media Koputindo dan menurut saya itu pencapaian loh. Meski tidak yakin juga ingin membeli buku penulis ini lantaran buku pertama yang saya baca tidak memberikan impresi apa pun.

ROUGH LOVE

I can write you
a beautiful poem tonight,
but I'm gonna make
rough and crazy love
to you instead.
[hlm. 29]
 
Buku ini memang disebut sebagai kumpulan puisi, tetapi tidak ada yang spesial selain ilustrasinya yang oke. Namun, itu pun tidak bisa membuat buku ini memberikan impresi yang baik untuk saya lantaran banyak ilustrasi yang tidak sesuai dengan puisi yang dibuat.

Buku ini memiliki rating 21+ dan sejujurnya saya awalnya bingung.

Memangnya buku puisi bisa dibuat dengan unsur dewasa? Atau jangan-jangan ilustrasinya ada memuat unsur dewasa?
 
Oh ternyata saat membacanya ... oh oke, saya paham maksud buku ini memiliki rating 21+ dan saran untuk penerbit, tolong tulisan rating itu ditempatkan yang cukup mudah terlihat. Jangan ukuran kecil dan di barcode karena saya tidak begitu yakin orang-orang akan seperhatian itu pada tulisan 21+ di sana. 
 
EMPTINESS

When you're expecting someone
or something to be there,
but turns out that
you are the only one present
in the void of
non-existent universe.
[hlm. 73]

Juga untuk isi puisinya, daripada saya merasa ini tentang jatuh cinta, patah hati lalu mengulang fase yang sama seperti yang dijanjikan oleh judul buku ini, rasanya lebih seperti kumpulan quote aesthetic Tumblr yang dibukukan. Saking tidak memberikan impresi apa pun dari banyak puisi yang ada di buku ini.
 
Rasanya seperti membaca curhatan pribadi penulisnya tentang pengalamannya jatuh cinta dan bukan membiarkan pembacanya merasakan jatuh cinta, patah hati dan mengulang fase tersebut. Juga rating 21+ itu lebih menggambarkan jatuh cinta ke arah seksual.
 
Memang benar jatuh cinta pasti akan berujung ke arah seksual, tetapi kalau sepanjang buku menekankan hal tersebut sementara ada banyak jenis cinta yang bisa dieksplorasi itu ... aneh. Saya pikir, 21+ memang untuk hal seksual dan memang sepenting itu untuk sepanjang isi buku puisi ini, tetapi ternyata ... ah sudahlah.
 
Apa yang saya sukai dari buku ini? Ilustrasinya.
 
Itu jugalah yang membuat saya akhirnya memberikan rating 2 kepada buku ini. Kalau tidak ada ilustrasinya, saya tidak akan ragu memberikan rating 1 kepada buku ini.

[1] Magnolia & Lotus: Selected Poems of Hyesim

Tuesday, April 6, 2021
Judul: Magnolia & Lotus: Selected Poems
Pengarang: Chin'gak Kuksa Hyesim
Penterjemah: Ian Haight, T'ae-young Ho
Bahasa: Korea (asli), English (terjemahan)
Tahun Terbit: 4 Juni 2013
Penerbit: White Pine Press
Jumlah halaman: 108 halaman
Jenis: E-book (dapat diakses di Digital Library of Korean Literature) 
Rating: ☾☾☾
Sinopsis:
"Hyesim's poems: transformative as walking high granite mountains by moonlight, with fragrant herbs underfoot and a thermos of clear tea in the backpack. Their bedrock is thusness, their images' beauty is pellucid and new, their view without limit. The shelf of essential Zen poets for American readers grows larger with this immediately indispensable collection."—Jane Hirshfield

"His poems speak softly and clearly, like hearing a temple bell that was struck a thousand years ago."—Sam Hamill

Chin'gak Kuksa Hyesim (1178–1234) was the first Zen master dedicated to poetry in Korea.

Ian Haight's books of translations include Borderland Roads: Selected Poems of Ho Kyun and Garden Chrysanthemums and First Mountain Snow: Zen Questions and Answers from Korea.


If I have no worried, why do I need wine?
To archieve a tranquil heart is to have made a home.
[The Delight of Contentment]

Buku pertama yang saya putuskan untuk review adalah kumpulan puisi karya Chin'gak Kuksa Hyesim yang merupakan biksu pertama yang mendedikasikan diri untuk menulis puisi di Korea. 
 
Hyesim lahir di Hwasung, provinsi Cholla dari Ayah bernama Ch'oe Wan dan Ibu bernama Pae. Nama marga Ibu Hyesim tidak tercatat dalam sejarah lantaran jika sudah menikah, memang pada jaman tersebut tidak perlu dituliskan. Setelah kematian Ayahnya, Hyesim muda hendak menjadi biksu, tetapi ditentang oleh Ibunya. 
 
Akhirnya dia belajar Konfusius dan Buddha di rumah. Membuatnya menjadi terpelajar dalam bidang literatur dan membuat Hyesim berbeda dari biksu lainnya. Saat mempersiapkan diri di akademi untuk menjadi pegawai pemerintahan, Ibu Hyesim meninggal dan membuatnya akhirnya bisa menjadi biksu. 
 
Waktu awal mengabdi menjadi biksu, Hyesim di bawah bimbingan Pojo Kuksa Chinul yang merupakan figur penting untuk bangkitnya Buddha di Korea dan juga pendiri pertama sekolah Buddha di Korea. Hyesim merupakan biksu yang memiliki reputasi tertinggi karena selain menjadi kepala biksu atas perintah kerajaan, juga beberapa kali mendapatkan penghargaan tertinggi dari Raja sampai tahun kematiannya.

Beberapa buku puisi yang dituliskannya antara lain The Enlighten Mind, The Saying of Chin'gak Kuksa of the Chogye Order, Readings of the Diamond Sutra, Elements of Son School dan Poems by Muuija. Muuija adalah pen name Hyesim yang berarti lelaki yang tidak mengenakan pakaian yang mengindikasikan dia tidak begitu memiliki banyak keinginan di dunia. Namun, semua orang menuliskan Hyesim saat mempublikasikan karyanya. 
 
Buku ini, Magnolia & Lotus: Selected Poems of Hyesim merupakan buku yang masih ada arsipnya di Universitas Kumasawa, Jepang. Karya Hyesim pada jamannya berbeda dari karya-karya lainnya adalah caranya yang menggabungkan nilai Konfusius serta Buddha, karena pada jaman itu belum lazim menerima dua nilai yang berbeda dalam satu sistem.

Topik puisi yang dibuat oleh Hyesim biasanya dibagi menjadi 4 tema. 
  1. Regulasi tentang Buddha dan mendisiplinkan diri sendiri.
  2. Representasi dan kebahagiaan dari alam.
  3. Ketertarikan kepada benda atau objek yang dijabarkan untuk mengerti tentang praktek Buddha.
  4. Menerima dan merespon realitas.

Opportune refreshment is not easy to be find—
in this place, I'll try to brew tea.
 

[Tea Spring]

 
Kalau ingin membaca ini, saya harus bilang banyak metapora yang tergantung kepada diri sendiri untuk menterjemahkannya. Seperti brew tea di kutipan atas, maknanya memang bisa benar-benar merebus teh atau maknanya bermeditasi untuk menenangkan diri. Juga ada istilah-istilah Buddha yang saya rasa kalau bukan orang yang beragama tersebut atau yang pernah mempelajari konsep Buddha, akan merasa kebingungan. 
 
Sejujurnya saya beberapa kali harus berhenti membaca dan membuka mesin pencarian untuk mengerti maknanya. Meski pada akhir buku akan ada penjelasan beberapa puisi, tetapi bagi yang merasa metapora buku ini terlalu berat untuk dipahami akan berakhir pusing memikirkan makna yang sebenarnya.

Untuk isi bukunya, saya lebih suka kalau temanya membahas representasi dan kebahagiaan dari alam serta menerima dan merespon realitas. Mungkin karena saya lebih mengerti maknanya dan juga karena beberapa menjadi bahan renungan. Karena setelah ratusan tahun berlalu, masih tetap valid hingga jaman sekarang.

Beberapa judul favorit saya karena begitu kena kepada diri sendiri antara lain:
  • The Delight of Contentment, ini menurut saya tentang kalau hidup baik-baik saja, jangan overthinking.
  • Tea Spring, ini menurut saya tentang ketenangan itu adalah pilihan diri sendiri.
  • Patienly Dreaming, a Buddhist Layman Asks for a Poem About the Pasture Cow, ini menurut saya tentang menerima pemikiran bahwa tidak bisa melakukan sesuatu, padahal sebenarnya bisa, hanya karena lingkungannya selama ini membuatnya percaya untuk tidak bisa melakukannya.
  • Choejon Asks for Dharma, So I Copy This and Send It, ini menurut saya yang paling membuat terdiam selama beberapa saat. Karena rasanya seperti mempertanyakan saya waktu merasa tidak percaya diri.
  • Again, a Poem Given at Departure, ini menurut saya adalah puisi tentang hubungan pertemanan yang paling mengena di antara beberapa puisi dengan tema serupa. Bahwa meski ratusan tahun berlalu, hubungan pertemanan yang sejati tetaplah sama bagi manusia jika dipisahkan satu sama lainnya.
  • Emotions of Seasons, ini menurut saya benar-benar menggambarkan emosi setiap musim dengan baik. Musim semi dengan kebahagiaan dan harapan. Musim panas dengan cuacanya dan tetap memilih untuk tenang. Musim gugur dengan kesedihan yang terjadi. Musim dingin dengan mempertanyakan siapa yang memberikan batasan pada pikiran.
Saya memberikan 3 bulan sebagai rating buku ini karena puisi-puisi di sini menarik untuk beberapa bagian dan masih tetap valid untuk masa sekarang.